Lima hari dalam sepekan kita berkutat dengan pekerjaan. Bekerja, bekerja, dan bekerja. Kadang disertai lembur yang pada akhirnya membuat kita tidak mengenal kata weekend.

Bosan? Jenuh? Stress?

Tentu saja. Kita butuh berlibur.

Tetapi ketika datang waktu libur, tempat-tempat wisata yang kita kunjungi ternyata sudah terlalu padat pengunjung sehingga niat awal untuk menyegarkan pikiran menjadi sia-sia. Iya ga sih? Sebut saja Jogja, Bali, dan Lombok; tiga kota di Indonesia yang paling sering menjadi tujuan wisata.

Kamu butuh lokasi liburan baru tapi ga tau mau kemana? Yang eksklusif, tapi tetap asik buat seru-seruan? Kenapa bingung? Indonesia itu luas lho. Cobalah main ke timur, salah satunya Ternate.

…ssst… FYI, pantai di timur itu indah-indah lho…

“Ternate?”

Iya, Ternate. Salah satu kota di Maluku utara yang memiliki jutaan spot indah untuk dikunjungi. Terlebih jika kamu seorang traveler atau pecinta fotografi.

Mau tahu di mana saja letak tempat-tempat nan indah itu? Mari disimak…

1. Pantai Jikomalamo

Pantai Jikomalamo terletak di ujung utara Pulau Ternate. Untuk menuju lokasi ini, kamu bisa menyewa kapal dari Hol Sulamadaha, atau melalui jalur darat yang sudah dibangun membelah hutan hingga ke Jikomalamo. Lokasi jalannya ada di sebelah utara TPA (Tempat Pembuangan Akhir), sekitar 2 km dari pintu masuk Pantai Sulamadaha. Adanya jalan aspal yang memudahkan akses menuju ke pantai ini membuat Jikomalamo mulai ramai dipadati pengunjung, terutama di akhir pekan.

SAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURESSAMSUNG CAMERA PICTURES

Pantai ini cocok bagi siapapun yang menyukai aktivitas diving maupun snorkeling. Untuk yang tidak bisa berenang, tenang saja, tersedia tempat penyewaan pelampung dan fasilitas banana boat untuk berkeliling pantai sambil menikmati pemandangan laut yang indah, atau menyeberang ke Pula Hiri yang letaknya berhadapan langsung dengan Jikomalamo. Jika ingin sekadar bersantai di tepian pantai tanpa berenang lebih jauh, menyewa ban atau mendayung sampan tampaknya menjadi pilihan yang tepat.

2. Pantai dan Hol Sulamadaha

hol sulamadaha

Sulamadaha adalah sebuah pantai berpasir hitam, yang berasal dari material vulkanik Gunung Gamalama. Ini menarik, sebab memang kenyataannnya, Ternate bukanlah kaki Gunung Gamalama, melainkan punggung gunung dasar laut yang muncul ke permukaan. Sebagian wilayahnya menjadi puncak gunung dan sebagian lain menjadi pantai yang indah. Wajar jika beberapa dari pantai itu memiliki daya tarik berupa pasirnya yang berwarna hitam. Di seberang Pantai Sulamadaha ada gunung yang menjulang tinggi dengan gagahnya hingga menembus awan, yaitu Gunung Hiri, dan sebuah pantai tak berpenghuni yang tak kalah menarik untuk dikunjungi: Pantai Jikomalamo.

sulamadaha sulamadaha sulamadaha

Sekitar lima menit berjalan kaki dari pantai, ada perairan yang membentuk teluk yang lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Hol Sulamadaha. Hol Sulamadaha menjadi lokasi favorit masyarakat Ternate untuk melepas penat di akhir pekan. Di sini kamu bisa menikmati desir angin dan deburan ombak dari laut pasifik. Mengagumi keindahan koral-koral dan terumbu karang di dasar laut yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Jika tak puas dengan sekadar memandang, datanglah pada pagi hari untuk berenang ketika ombak belum menggulung kencang, berenang, menaiki sampan, banana boat, menikmati pemandangan air sebening kaca, snorkeling, bahkan scuba diving sekalipun. Dan jika beruntung, kamu bisa bertemu penyu yang sedang asyik berenang menikmati kesegaran Laut Sulamadaha.

sulamadaha sulamadaha sulamadahasulamadaha sulamadaha

Setelah lelah berenang dan perut merasa lapar, kamu bisa menikmati segelas air kelapa dan sepiring pisang mulut bebek yang banyak dijual di sekitar pantai. Jika kamu belum tahu, pisang mulut bebek adalah pisang khas Indonesia Timur yang digoreng lalu dinikmati dengan sambal dabu-dabu, hmm… nikmat sekali bukan?

sulamadahasulamadaha

 

3. Geowisata, Batu Angus

Di Ternate, ada salah satu tempat yang wajib disinggahi para pengunjung untuk merasakan sisa kedahsyatan letusan Gunung Gamalama. Batu Angus namanya, tempat yang dipercaya sebagai hasil letusan Gunung Gamalama tahun 1673. Gunung Gamalama termasuk gunung tipe stratovulkano, gunung api kerucut, yang merupakan salah satu dari tiga gunung berapi aktif di Indonesia, selain Gunung Sinabung di Kabupaten Karo dan Gunung Raung di Jawa Timur. Dalam histori menurut data Badan Geologi, Gamalama pertama kali erupsi tahun 1538 dan terakhir kali erupsi pada bulan Juli 2015. Dinamakan Batu Angus karena bongkahan-bongkahan batu yang terhampar di kaki Gunung Gamalama ini berwarna hitam dan seperti baru saja terbakar, alias hangus.

batu angus batu angus

 

4. Danau Tolire, Danau Mistis di Pulau Ternate

Terletak 10 km dari pusat kota Ternate, Danau Tolire menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi jika bertandang ke Ternate. Airnya yang hijau tenang dikelilingi tebing pepohonan membuat siapapun bagai terhipnotis untuk berlama-lama di tempat ini. Keberadaan Danau Tolire tak pernah lepas dari mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Konon katanya, ada seorang ayah yang menghamili anak gadisnya, lalu sebagai akibat tindakan tercela itu, tanah di desa tersebut ambles dan membentuk danau seperti yang dikenal sekarang.

Terdapat tradisi unik yang dilakukan setiap orang yang mengunjungi Danau Tolire, yakni melempar batu ke danau. Tradisi ini menjadi unik karena setiap orang yang melempar batu ke arah danau, sekuat apapun itu, batu tersebut tak akan sampai ke danau, sampai ke permukaannya pun tidak. Masyarakat juga percaya, di Danau Tolire terdapat buaya putih sebagai penunggu, yang akan menampakkan diri di saat-saat tertentu. Tak heran jika tak seorang pun berani mandi, berenang, atau sekedar memancing di tempat ini.

tolireLake Tolire

 

5. Pantai Fitu, Pantai Uang Seribu

Coba sekarang buka dompetmu dan keluarkan lembaran rupiah pecahan seribu, disitu ada gambar pantai, kapal, dan gunung. Lokasi yang diabadikan dalam mata uang pecahan seribu rupiah itu berlokasi di pantai Fitu, Ternate. Dari lokasi tersebut dapat terlihat Laut Pasifik, Gunung Maitara, dan Gunung Tidore.

fitu

6. Pantai Falajawa

Pantai Falajawa berlokasi di pusat kota Ternate, tepat di depan ex kantor Gubernur Prov. Maluku Utara. Lokasi ini biasa digunakan untuk spot pengambilan foto matahari terbit, dan sudut paling bagus diambil dari pelabuhan kapal di pantai ini. Pada pagi hari, biasanya pantai akan ramai oleh pengunjung yang berolah raga jogging atau berenang, serta para penjual kacang hijau yang berjejer rapi siap menemani pagimu di sini, menghangatkan sanubari sembari menunggu sang mentari.

falajawa falajawafalajawafalajawa falajawa

 

7. Danau Laguna

Danau Laguna merupakan salah satu dari dua danau yang berada di Ternate selain Danau Tolire. Danau ini bukanlah danau mistis atau berkekuatan magis namun danau ini adalah sebuah danau romantis yang mampu menghipnotis tiap pengunjung yang melihat keindahannya. Jika view yang kamu ambil tepat, kamu bisa melihat Danau Laguna, Gunung Maitara, dan Gunung Tidore dalam satu frame foto selfiemu. Menarik bukan?

laguna

 

8. Bukit Bunga

Tanaman berbunga merupakan tanaman yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat Ternate. Tak akan sulit untuk menemukan bunga disini karena di tiap sudut rumah pasti ada bunga-bunga yang ditanam. Namun ada sebuah bukit yang spesial yaitu bukit bunga, sebuah lokasi yang begitu romantis dan sayang untuk dilewatkan.

bukit bunga bukit bunga bukit bunga

 

9. Bukit Biru

Dari bukit ini kamu bisa menikmati pemandangan kota Ternate di bawah, dan kalau beruntung, kamu juga bisa melihat Maitara dan Tidore dari kejauhan. Bukit ini terletak di bagian selatan pulau Ternate, tepatnya di atas PDAM, namun untuk mencapai bukit ini, perlu sedikit perjuangan karena tidak ada jalan umum. Jalan yang tersedia cukup sulit dilewati, bahkan bisa dibilang itu bukan sebuah jalan karena medannya terjal dan curam.

bukit biru bukit biru

10. Wisata Benteng

Dengan statusnya sebagai pusat rempah dunia pada beberapa ratus tahun silam, tak mengherankan jika begitu banyak berdiri benteng-benteng peninggalan zaman penjajahan dulu kala, tepatnya ada 8 benteng di Ternate mulai dari benteng Oranje, Kalamata, Tolukko, Kastela, Kota Janji, Kota Naka, Bebe, dan Takome. Bahkan dalam catatan Belanda, ada 12 benteng termasuk sebuah benteng dari kayu yang sudah tidak ditemukan lagi jejaknya, yaitu benteng Kalafusa.

Berikut ini adalah beberapa foto benteng yang dikelola dengan baik :

Benteng Oranje

Benteng ini terletak di pusat Kota Ternate. Merupakan benteng terbesar yang dibangun pada tahun 1607, dan pernah menjadi pusat pemerintahan tertinggi Hindia-Belanda. Saat ini, pelataran bagian depan benteng sudah direvitalisasi dan dibuat taman agar menarik para wisatawan untuk datang berkunjung. Di area bagian dalamnya, terdapat museum rempah-rempah yang tidak jarang digunakan untuk menggelar berbagai acara seni dan budaya. Lokasinya yang berada di tengah kota, dihiasai taman, lengkap dengan museum, dan pesona warna jingganya yang memikat mata, membuat benteng ini menjadi pilihan utama untuk disinggahi.

 

oranjeoranje oranje

Benteng Tolukko

Satu lagi benteng yang juga dikelola dengan sangat baik, yaitu Benteng Tolukko. Terletak di Kelurahan Sangadji, Ternate Utara, benteng ini dulunya dibangun oleh Bangsa Portugis sebagai pertahanannya dalam menguasai cengkeh, sekaligus menjadi titik strategis untuk mengawasi gerak-gerik Kesultanan Ternate.

Dari atas benteng ini, kamu dapat melihat view terbaik dari puncak Gunung Gamalama. Beberapa titik di benteng ini juga sangat cocok untuk dijadikan latar belakang foto prewedding.

tolukko

 

Benteng Kalamata

Selain Benteng Tolukko, pada era yang sama Portugis juga membangun benteng lain di sebelah selatan Pulau Ternate. Benteng ini dibangun tepat di tepi laut, digunakan untuk memata-matai Spanyol yang saat itu menguasai Tidore. Setelah dikuasai Kesultanan Ternate, benteng ini diberi nama Benteng Kalamata, sesuai dengan Pangeran Kalamata, adik Sultan Ternate ke-31, Mandar Syah.

kalamata

Benteng Kastela

Berlokasi di barat daya Kota Ternate, Benteng Kastela menjadi salah satu ikon Kota Ternate yang kental unsur sejarahnya. Di sinilah Sultan Ternate ke-25, Sultan Khaerun, dibunuh oleh Portugis. Peristiwa pembunuhan yang terjadi pada 28 Februari 1570 ini memicu perlawanan dari rakyat Ternate. Di bawah pimpinan Sultan Babullah, putra Sultan Khaerun, benteng ini dikepung selama lima tahun. Stok makanan dan kebutuhan lainnya tidak dapat dipasok ke dalam benteng, sehingga banyak orang Portugis yang tersiksa, dan mati. Akhirnya, pada 29 Desember 1575, Portugis hengkang dari Ternate.

Dan tanggal 29 Desember ini kemudian dijadikan sebagai Hari Lahir Kota Ternate.

kastela ternate

kastelakastela kastela kastela

Itulah sedikit gambaran tentang spot-spot menarik di Kota Ternate. Masih banyak lagi tempat yang patut dikunjungi yang tersebar di sekitarnya. Banyak pula hal-hal yang ingin saya ceritakan, namun tak cukup semalam untuk menjabarkan seluruh keindahan bumi Kie Raha ini. Lagi pula, lokasi-lokasi indah seperti yang tergambar di atas tak akan asik jika hanya dibaca di sebuah laman web, melainkan berkunjung langsung. Berminat? Coba saja.

One thought to “Bosan dengan Liburan yang Biasa? 10 Spot di Ternate ini Wajib Kamu Coba”

  • A WordPress Commenter

    Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *